• Kalender

    Oktober 2014
    S S R K J S M
    « Jan    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • RRI KUPANG

  • Berita Audio

  • Berita Video

  • Foto

GUBERNUR NTT RESMIKAN TERMINAL PETI KEMAS PELABUHAN TENAU CABANG KUPANG


Kupang,9/1/2012

Setelah menunggu sekian lama akhirnya Provinsi NTT memiliki pelabuhan peti kemas dan dilengkapi peralatan bongkar muat termoderen. “Dengan keberadaan pelabuhan dan alat bongkar muat yang bagus ini, saya percaya ekonomi daerah ini akan semakin tumbuh dan berkembang pesat,” tandas Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya saat meresmikan pelabuahn peti kemas pelabuhan Tenau Kupang, Senin (9/1/2012).           Gubernur berharap agar dengan adanya kerja sama yang baik dengan Pelabuhan Tenau dan terminal peti keman, roda perekonomian di daerah ini bisa berjalan dengan baik. “Kerja sama sangat diperlukan untuk membangun daerah ini agar bisa berjalan dengan baik karena apapun yang dilakukan adalah untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat di daerah ini,” tandas Gubernur.

Seperti diketahui alat bongkar muat peti kemas yang baru ini mampu mengangkut 20 box dalam satu hari yang semula hanya 8 box per hari. Karena itu, Gubernur menambahkan, agar dengan pengeoperasian alat ini; bongkar muat barang-barang yang masuk ke NTT bisa dilaksanakan secepat mungkin agar tidak terjadi kelangkaan barang yang konsekuensinya pada kenaikan harga-harga di pasar.

Gubernur memberi dukungan untuk memperluas pembangunan terminal peti kemas yang ada di Pelabuhan Tenau Kupang. Gubernur juga meminta kepada para pekerja untuk bekerja dengan tulus bagi pelayanan di terminal ini. “Saya juga berharap kepada para pimpinan yang ada di pelabuhan ini agar memberikan perhatian kepada para karyawan sehingga bisa melayani masyarakat pengguna jasa di daerah ini dengan baik. Mari kita bangun daerah ini sehati sesuara agar kebahagiaan datang ke daerah ini,” pinta Gubernur.

Menurut Gubernur, peresmian terminal peti kemas ini merupakan perwujudan terhadap pembenahan pelayanan kepada masyarakat yang mencakup peningkatan keserasian dan keadilan pertumbuhan ekonomi antar daerah, peningkatan pelayanan kepada masyarakat bisnis, pengembangan partisipasi masyarakat, dan peningkatan pemanfaatan tekonologi dan informasi yang dalam pelaksanaannya didukung pula oleh segenap elemen termasuk jasa peti kemas.

Direktur Utama PT Pelindo III, Djarwo Surjanto mengatakan, Pengoperasian Terminal Petikemas di Pelabuhan Tenau Kupang merupakan yang pertama dan satu-satunya serta dilengkapi dengan peralatan bongkar muat termodern pada pelabuhan di wilayah NTT guna mendongkrak perekonomian dan memperlancar arus logistik di wilayah Kupang dan sekitarnya.

Menurut dia, peti kemas sebagai sarana pengiriman barang semakin diminati kalangan pelaku usaha. Hal tersebut kata dia, dapat dilihat dari meningkatnya arus peti kemas di seluruh pelabuhan yang ada di Indonesia. “Selain lebih terlindung dari cuaca, peti kemas juga dirasa lebih murah dan risiko barang rusak lebih kecil,” ujar dia, memberi alasan.

Djarwo juga menambahkan, peningkatan arus petikemas juga dirasakan di pelabuhan-pelabuhan yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia III, salah satunya adalah Pelabuhan Cabang Tenau Kupang. Di pelabuhan tersebut arus peti kemas meningkat setiap tahunnya. Dia menjelaskan, pada tahun 2009 arus peti kemas yang masuk melalui Pelabuhan Tenau Kupang sebanyak 49.809 boks, tahun 2010 meningkat menjadi 54.751 boks dan pada tahun 2011 ini tercatat sebanyak 56.708 boks.

Potensi petikemas Pelabuhan Tenau Kupang cukup bangus, katanya, mengingat letaknya yang strategis di wilayah Indonesia Timur. Kapal-kapal peti kemas yang masuk melalui pelabuhan tersebut antara lain dari Surabaya, Dili dan Australia.

WAGUB AJAK WARGA LAMAHOLOT DI RANTUAN INGAT KAMPUNG HALAMAN


Kupang,4/12012,-

Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L. Foenay, M.Si meminta warga Lamaholot yang berada di daerah rantuan untuk mengingat dan memperhatikan kampung halamannya. ”Saya bersama Pak Frans Lebu Raya telah bertekad dan mengajak kita semua termasuk warga Lamaholot yang ada di rantuan untuk ingak kampung halaman. Ingat asal usul dari mana kita datang. Kami namakan program itu, Gerakan Pulang Kampung atau GPK,” ucap Wagub dalam sambutannya pada acara Natal Bersama dan Tahun Baru Bersama Ikatan Keluarga Asal Lamaholot (IKAL) Kupang, di GOR Oepoi, Selasa malam (3/1/2012).

Selain itu, menurut Wagub, tekad kepemimpinan FREN (Frans dan Esthon) juga berusaha untuk mensejahterakan rakyat yang berada di desa-desa yang ada di wilayah Provinsi NTT. ”Fokus perhatian FREN juga untuk kesejahteraan rakyat. Kami berdua sepakat dana yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) diserahkan kembali kepada masyarakat melalui Program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah. Program ini dimaksudkan untuk percepatan dan pemberdayaan masyarakat miskin yang berada di desa-desa. Karena melalui program ini ada investasi modal yang beredar di desa dan ada investasi sumber daya manusia melalui keberadaan PKM (Pendamping Kelompok Masyarakat) sebagai fasilitator,” tandas Wagub, disambut tepuk tangan para hadirin.

Belajar dari kesederhanaan Yesus Kristus, lanjut Wagub, FREN juga hingga kini tetap sederhana dalam melayani dan memimpin daerah ini. ”Kesederhanaan itu juga nampak dalam ajakan kami kepada masyarakat untuk cintai dan bangga dengan mengkonsumsi pangan lokal yang ada di daerah ini sebagai konsumsi utama,” tandas Wagub sembari menambahkan, ”NTT yang sudah sulit secara ekonomis dan transportasi jangan lagi dipersulit dalam persahabatan dan persaudaraan.”

Ketua panitia penyelenggara, Drs. Aba Maulaka dalam laporannya mengatakan, acara Natal bersama dan Tahun Baru bersama warga IKAL Kupang merupakan momentum perarakan spiritualitas iman warga Lamaholot yang ada di Kota Kupang dan sekitarnya. ”Acara ini juga merupakan salah satu bentuk dalam menjaga komitmen dan spirit kekeluargaan dalam ikatan warga Lamaholot yang ada di rantuan sekaligus refleksi kita terhadap Lewotana tercinta,” tandas Aba yang juga mantan Wakil Bupati Alor

GUBERNUR MINTA P5S-YLI HASILKAN SAPI TIMOR YANG BERKUALITAS


Kupang,(26/3)-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Drs. Frans Lebu Raya meminta Tim Kerja Pendampingan Percepatan Pembibitan dan Penggemukan Sapi Yayasan Lebah Indonesia (P5S-YLI) untuk menghasilkan bibit sapi Timor yang berkualitas.

Permintaan tersebut diungkapkan Gubernur saat menerima Ketua Tim Kerja P5S-YLI, Ir. Sujatmono Toni S bersama rombongan di ruang kerja Gubernur, Kamis (24/3).

Menurut Gubernur meski masih ada kendala dalam penyediaan bibit ternak sapi yang berkualitas, namun tekad untuk kembali menjadi salah satu gudang ternak di tanah air bisa terwujud bila semua komponen masyarakat bergandengan tangan melaksanakan program – program yang ada. ”Kalau semua berkolaborasi saya percaya pasti akan berhasil. Saya mohon dukungan dan kerja sama untuk mengembalikan NTT sebagai gudang ternak,” tandas Gubernur. Menurut Gubernur, mengurus ternak di NTT tidak hanya berkaitan dengan usaha peningkatkan kesejahteraan rakyat tetapi juga berurusan dengan harga diri masyarakat NTT. Potensi ternak di daerah ini, lanjut Gubernur, masih potensial dan memiliki prospek. ”Rata-rata masyarakat di NTT memiliki ternak. Karena mengurus ternak tidak hanya aspek sosial ekonomi tetapi berkaitan juga dengan harga diri masyarakat NTT itu sendiri,” ungkap Gubernur. Sementara itu, Ketua Tim Kerja P5S-YLI, Ir. Sujatmono Toni S mengatakan, pihaknya datang dan ingin bekerja untuk mendukung NTT sebagai Provinsi Ternak. ”Kami datang dan ingin bekerja untuk NTT sehingga tekad menjadikan NTT sebagai Provinsi Ternak bisa tercapai,” ucap Sujatmono dan mengaku, Tim Kerja P5S-YLI telah berhasil di Provinsi Sumatera Selatan, Lampung dan Jawa Barat. (rri)

APARATUR PETERNAKAN HARUS TURUN LIHAT PETERNAK


Kupang-(26/3)-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Ir. Esthon L. Foenay, M.Si meminta jajaran Dinas Peternakan Provinsi NTT untuk terus menerus turun ke lapangan  melihat para peternak yang bekerja untuk mendukung tekad Pemerintah Provinsi NTT kembali sebagai gudang ternak.

”Aparatur peternakan harus disiplin untuk turun ke masyarakat. Kita omong konsep peternakan tapi tidak turun ke masyarakat ya..percuma saja,” kritik Wagub di depan peserta Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pembangunan Peternakan Provinsi NTT, Jumat (25/3) di Hotel Maya Kupang.

Menurut Wagub, ada fenomena menarik yang ada di tengah masyarakat NTTdan berdampak terhadap kultur masyarakat peternak yakni ada yang mulai meninggalkan usaha peternakan dan beralih menjadi penambang mangan. Hal ini menunjukkan masyarakat saat ini membutuhkan uang dengan cepat. ”Banyak orang mulai tinggalkan usaha peternakan untuk usaha mangan. Ada istilah obama, ojek bawa mangan, ” ujar Wagub.

Pada bagian lain, Wagub menjelaskan, secara nasional Provinsi NTT telah ditetapkan bersama Provinsi NTB dan Provinsi Sulawesi Selatan menjadi suplai daging secara nasional. Oleh karena itu untuk mencapai target nasional tersebut aparatur peternakan harus bekerja lebih keras lagi dan harus mulai dari rakyat dan berkoordinasi selalu dengan Dinas Peternakan yang ada di kabupaten/kota se NTT.(rri)

106 Siswa Akselarasi Jadi Peserta UN


Kupang(25/3)-Sebanyak 106 siswa cerdas istimewa yang mengambil program akselerasi/program percepatan pendidikan, akan ikut dalam Ujian Nasional (UN) 2011 bersama 236.964 peserta UN tahun 2011 tingkat Provinsi NTT. Para siswa cerdas intimewa ini terdapat di enam sekolah tingkat SMP dan lima sekolah tingkat SMA.
Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) NTT, Thobias Uly setelah mengambil sumpah janji kepada panitia penyelenggara dan perusahaan pengganda materi UN Kamis (24/3) di Kupang. Thobyas Uly menjelaskan, para siswa cerdas istimewa ini mengikuti kegiatan pembelajaran hanya dalam kurun waktu dua tahun dari yang seharusnya selama tiga tahun. “ Selama dua tahun tersebut 106 siswa yang terdiri dari SMP 60 orang dan SMA 46 siswa telah menyelesaikan seluruh mata pelajaran dan memenuhi kriteria ketuntutasan materi, “ ujar Thoby.
106 siswa program akselerasi yang akan mengikuti Ujian Nasional/UN 2011 untuk tingkat SMP yaitu berasal dari SMPN 2 Kupang sebanyak 20 siswa, SMP Mercusuar Kupang delapan siswa. SMPN 1 Maumere 11 siswa, SMPN 1 Waingapu tujuh siswa, dan SMP Santa Theresia 14 siswa. Sedangkan untuk tingkat SMA yang berjumlah 46 siswa berasal dari lima sekolah yang terdiri dari SMAN 1 Kupang delapan siswa, SMA Geovani Kupang empat siswa. SMA Mercusuar Kupang Sembilan siswa, SMA Setia Bhakti Ruteng enam siswa, dan SMA 1 Ruteng 19 siswa.(rri)

Cadangan Pangan Di NTT Masih Cukup Tersedia


Kupang,(23/3)- Cadangan pangan untuk masyarakat di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih cukup tersedia. Cadangan pangan baik cadangan milik pemerintah dan cadangan milik masyarakat dalam mengatasi masalah rawan pangan di daerah masih stabil.

Hal tersebut di kemukakan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKP2) NTT  Niko Nuhan kepada wartawan selasa (22/3) di Kupang.

Niko menjelaskan, cadangan pangan milik Pemerintah tersimpan di gudang dolog dan siap di distribusikan bagi daerah – daerah yang membutuhkan terutama yang terkena dampak rawan pangan. ” Cadangan pangan pemerintah yang masih tersimpan digudang dolog sampai posisi februari 2011 sebanyak 3. 233 ton,” ujar Niko Nuhan.

Menurutnya cadangan pangan sebanyak 3.233 ton itu terdiri dari cadangan pangan yang diadakan dengan dana intervensi rawan pangan, buffer stock untuk penanggulangan bencana dan cadangan pangan pemerintah yang merupakan  kewenangan Gubernur yaitu sebanyak 200 ton/tahun. ” Kita juga masih memiliki stock pangan bantuan dari Menteri Sosial  dari tahun 2010 lalu, ” kata Niko menambahkan.

Niko Nuhan menjelaskan, untuk cadangan pangan yang di miliki masyarakat juga masih bisa memenuhi kebutuhan, di tambah lagi saat ini masyarakat baru saja selesai panen kacang-kacangan serta ada juga yang baru selesai panen padi di beberapa daerah, sehingga untuk saat ini stock pangan untuk mengatasi rawan pangan masih bisa teratasi. (rri)

Jumlah Peserta UN Di NTT Naik 9,08 %


Kupang,(23/3)-Jumlah peserta Ujian Nasional (UN) di Provinsi Nusa Tengara Timur (NTT)  tahun ajaran 2010 – 2011 mengalami peningkatan jika di banding tahun sebelumnya.  Dimana dalam tahun ajaran ini jumlah peserta UN yang terdaftar sebanyak 236.964 orang peserta atau  naik 9,08 % di banding tahun sebelumnya 217.247 peserta.

Demikian antara lain yang dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) NTT Thobias Uly Selasa (22/3) di Kupang.

Menurut Thoby Uly,  kenaikan jumlah peserta Ujian Nasional di Provinsi NTT   terjadi pada semua tingkatan sekolah mulai dari SD/MI sampai SMA/MA dan SMK. Ia menjelaskan, untuk tingkatan pendidikan SD/MI jumlah peserta 108.796 ; tingkat SMP/MTs sebanyak 78.510 peserta dan untuk tingkat SMA/MA sebanyak 36.908 peserta serta SMK sebanyak 12.750 peserta.

Thoby Uly menambahkan dengan peningkatan peserta Ujian Nasional dipastikan tingkat kelulusan tahun ajaran 2010 – 2011 di NTT bisa mencapai 90 %.

” Kami harapkan prosentase kelulusan bisa mencapai 90 %, sebab semua proses penguatan bagi siswa dalam menghadapi Ujian tahun ini telah dilakukan oleh para guru di sekolah – sekolah sesuai kebijakan yang di ambil Pemerintah Daerah”, kata Thoby Uly.(rri)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.